Ketika seseorang telah berada di satu titik, setelah berjalan jauh, kemudian dia kembali menoleh ke belakang, hanya sekedar untuk nostalgia atau untuk mengenang.
Lalu dia melihat jejak kakinya sendiri. Menjadi berpikir. Dia telah berada di sini. Perjalanan jauh di belakang sana. Waktu yang cukup lama. Dia telah menua. dan masih akan menua. Begitu banyak lompatan, langkah kecil, langkah yang ragu-ragu. DIa berhasil melewati itu semua.
Kini, dia berdiri di titik ini. Mulai meragukan apa ia ingin di sini. Tidak. Jawabannya Tidak. Dia ingin berada di tempat lain. Hatinya selama ini berpura-pura. Otaknya selalu mencari alasan untuk bertahan. Tapi yang sebenarnya ia ingin sekali berlari. Ke seseorang di sana. Dan menangis sejadi-jadinya.
Logika itu tidak mempan lagi menahan gundahnya. Banyak sekali yang ia rindukan. Tiba-tiba saja, segala yang ia miliki sekarang menjadi tidak berarti.
Dia kini tersangkut dalam situasi ini. Dalam moment ini dan tidak bisa keluar. Dia tidak mau berkata lain kali akan lebih baik. Dia sangat tersangkut dalam moment ini dan tidak bisa keluar.
Selasa, 17 November 2015
Senin, 22 Juli 2013
Rambut Baru
Malam minggu kemarin,
Di tengah-tengah aktivitas saya yang lumayan padat (tapi boong), setiap weekend saya selalu menyempatkan diri untuk pulang ke rumah. Seperti week end kemarin, jumat hampir tengah malam setelah perjalanan yang cukup melelahkan, akhirnya saya sampai di rumah. Tidak lupa juga saya pastinya membuat repot mamah karna saya minta jemput di pool travel (hehe). Sampai di rumah, tidak ada benda lain yang saya cari selain kasur. Cerita pada hari itu pun berakhir sudah.
Keesokannya, rencana kegiatan saya hanya satu: potong rambut. Agenda itu sudah hampir sebulan tertunda-tunda karena ada kegiatan lain yang lebih penting yaitu: tidur. Dikarenakan intensitas rontok rambut saya yang sudah di luar logika akhirnya tidur jadi tidak penting lagi. Alhasil pagi-pagi saya sudah siap-siap untuk berangkat ke salon, tentunya saya selalu ingat untuk merepotkan alias minta anter mamah saya. Dan saya pun berangkat ke salon dengan mamah.
Di salon...
Niat saya cuman mau potong sedikit. Sedikit saja. Paling lima senti lah. Seperti itulah yang saya sampaikan sama pekerja salon yang akan memotong rambut saya.
"lima senti segini ya mbak" kata pekerja itu sambil memperlihatkan panjang rambut yang akan di potong
Saya pikir-pikir kayaknya kurang deh
"tujuh sentian aja deh bu"
"segini?"
"emmm agak panjangan lagi bu"
"segini?"
"emmmm tambahin lagi aja deh bu, biar agak bawah dari bahu sedikit"
"ohh segini?"
"jangan terlalu pendek juga bu"
"ya kalo segini gimana?"
"emmm,,,,???%##$%^%$##"
.......
Ujung-ujungnya setelah agak lama menimbang-nimbang,
"Jadi mau segimana mbak dipotongnya?"
"ahh bingung saya bu, saya krimbat aja deh... gak jadi potong rambut"
"wadde$#@#$$%^&&^%$#!!!!!!!!!!!!!!!!!"
Hahahah tentunya ngga gitu kejadian aslinya. Ujung-ujungnya ya saya tetep menjalankan rencana awal. Berlandaskan aba-aba dari saya, Si ibu tukang potong rambut mengeksekusi rambut saya. Dan saya baru sadar, ketika gunting ibu tukang potong rambut berhenti menari nari di kepala saya, saya bercermin, menilai kerapihan hasil karya si ibu. Tapi bukan kerapihan atau model rambut baru yang jadi perhatian saya, melainkan: loh loh loh kok jadinya rambut saya pendek begini ya?? (tepok jidat).
Yak untungnya walaupun panjang rambut saya bekurang sangat drastis, masih ada sisa-sisa rambut yang bisa di cepol. Jadi kalau dikerudung orang-orang ngga akan beranggapan kalau saya botak. fiuh. Syukur deh..
Di tengah-tengah aktivitas saya yang lumayan padat (tapi boong), setiap weekend saya selalu menyempatkan diri untuk pulang ke rumah. Seperti week end kemarin, jumat hampir tengah malam setelah perjalanan yang cukup melelahkan, akhirnya saya sampai di rumah. Tidak lupa juga saya pastinya membuat repot mamah karna saya minta jemput di pool travel (hehe). Sampai di rumah, tidak ada benda lain yang saya cari selain kasur. Cerita pada hari itu pun berakhir sudah.
Keesokannya, rencana kegiatan saya hanya satu: potong rambut. Agenda itu sudah hampir sebulan tertunda-tunda karena ada kegiatan lain yang lebih penting yaitu: tidur. Dikarenakan intensitas rontok rambut saya yang sudah di luar logika akhirnya tidur jadi tidak penting lagi. Alhasil pagi-pagi saya sudah siap-siap untuk berangkat ke salon, tentunya saya selalu ingat untuk merepotkan alias minta anter mamah saya. Dan saya pun berangkat ke salon dengan mamah.
Di salon...
Niat saya cuman mau potong sedikit. Sedikit saja. Paling lima senti lah. Seperti itulah yang saya sampaikan sama pekerja salon yang akan memotong rambut saya.
"lima senti segini ya mbak" kata pekerja itu sambil memperlihatkan panjang rambut yang akan di potong
Saya pikir-pikir kayaknya kurang deh
"tujuh sentian aja deh bu"
"segini?"
"emmm agak panjangan lagi bu"
"segini?"
"emmmm tambahin lagi aja deh bu, biar agak bawah dari bahu sedikit"
"ohh segini?"
"jangan terlalu pendek juga bu"
"ya kalo segini gimana?"
"emmm,,,,???%##$%^%$##"
.......
Ujung-ujungnya setelah agak lama menimbang-nimbang,
"Jadi mau segimana mbak dipotongnya?"
"ahh bingung saya bu, saya krimbat aja deh... gak jadi potong rambut"
"wadde$#@#$$%^&&^%$#!!!!!!!!!!!!!!!!!"
Hahahah tentunya ngga gitu kejadian aslinya. Ujung-ujungnya ya saya tetep menjalankan rencana awal. Berlandaskan aba-aba dari saya, Si ibu tukang potong rambut mengeksekusi rambut saya. Dan saya baru sadar, ketika gunting ibu tukang potong rambut berhenti menari nari di kepala saya, saya bercermin, menilai kerapihan hasil karya si ibu. Tapi bukan kerapihan atau model rambut baru yang jadi perhatian saya, melainkan: loh loh loh kok jadinya rambut saya pendek begini ya?? (tepok jidat).
Yak untungnya walaupun panjang rambut saya bekurang sangat drastis, masih ada sisa-sisa rambut yang bisa di cepol. Jadi kalau dikerudung orang-orang ngga akan beranggapan kalau saya botak. fiuh. Syukur deh..
Jumat, 19 Juli 2013
Si Bos
Part one
Sekarang-sekarang ini...
Kerjaan saya lumayan santai (dibaca: gabut). Yah. Maklumlah
nasib trainee. Tapi biar gimana juga saya tetep hepi. Hepi karena masih punya
banyak waktu buat santai-santai ngeblog tanpa khawatir kerjaan jadi numpuk (karena
memang saya belum ada kerjaan heee). Selain itu saya juga hepi karena kantor
tempat saya menimba ilmu sekarang lokasinya sangat terjangkau dari kota tempat
rumah tinggal saya berada yaitu bandung, jadi masih memungkinkan bagi saya
untuk pulang tiap weekend dan menikmati sahur plus buka puasa bareng mamah,
papih, adik, dan ponakan. Selain itu yang paling bikin saya hepi adalah karena di kantor
tempat saya menimba ilmu penghuninya lagi-lagi ajaib. Ajaib dalam konotasi
positif lhooo.
Seperti manusia yang satu ini nih, yang hobi banget minta
bantuan (dibaca: nyuruh-nyuruh) saya buat ngerjain tugasnya. Secara struktural
dia bukan atasan saya, hanya teman kantor. Walau begitu, saya tetap bantuin dia
nyelesein tugasnya, itung-itung saya belajar juga. Lumayan daripada saya
kesurupan gara-gara ngelamun seharian.
Jadi inget pertama kali saya dapet tugas dari si ‘Bos’.
Waktu itu saya disuruh input data ke sistem.
Dalam pikiran saya: ahhhhh citek...
- Data yang diinput adalah data keuangan yang isinya angka semua
- Ada kira-kira lebih dari 7 tahap peng-inputan
- Karena saya masih trainee saya belum punya komputer yang terinstal sofware aplikasi, jadi untuk input data ke sistem saya mesti pindah pindah ke kubik satu dan kubik yang lain, cari-cari mana kubik yang lagi ditinggal penghuninya.
- Eeeh si sistem koneksinya selow banget.
- Diperparah lagi, saya salah masuk menu
- Diperparah lagi gara-gara salah masuk menu, data awal tidak mau keluar
- Diperparah lagi saya malah bego ngulik begituan ampe lamaaaaaaaa banget.
- Saya tanya sama si bos. Eeeeeeehhh si bos ikut bingung.
Lalu karena stuck saya tinggalin deh tu kerjaan ampe dua
hari.
Akan tetapi si bos menghantui saya terus, kayak roh
penasaran. Ujung-ujungnya, saya kasian juga kerjaannya bos ga beres-beres karna
saya belum input data, ya udah deh saya lanjutin kerjaanya. Waktu itu saya
belum sadar kesalahannya ada pada saya yang salah masuk menu. Saya kira itu
sistemnya aja eror. Lalu akhirnya dengan segenap perjuangan yang teramat gigih
saya bisa menemukan menu input yang benar.
Horeeeeee...
Rasanya kayak baru menang undian.
Akhirnya saya lanjutin input data sampe selesei. Tugas
pertama finish!!
Part two
Setelah lama ga kasih kerjaan, akhirnya si bos kasih kerjaan
kedua buat saya. Kerjaannya adalah....
Jengjeng..
Nyusun laporan keuangan.
Dalam pikiran saya: sikaaaaaaaaaaaat!
Untuk menebus dosa saya karena sudah membuat kerjaannya yang
pertama tertunda sampai dua hari, saya sampai niat untuk mengerjakan laporan
keuangan itu di kostan biar laporannya cepet selesai. Di kostan, walaupun
ngantuk, saya kuat-kuatin mantengin laptop, nyalin angka-angka ke dalem tabel excel
sampe mata saya hampir jereng. Ini semuanya demi si bos. Bos... bos... naikin
uang saku saya dooong..
Alhasil keesokannya saya bisa santai-santai, karena laporan
keuangannya 50 % sudah beres. Cakep. Tinggal nunggu data dari si bos buat
lanjutin.
Dan data pun datang. Dengan semangat 45 saya lanjutin nyusun
laporan keuangan. Ga lama kemudian si laptop mati gara-gara abis batere. Yah,
kalo gitu saya mesti cari colokan dan eehh colokannya penuh. Yaaa gimana lagi,
apa daya. Akhirnya saya tinggal deh tu laporan keuangan dan beralih bantuin
teman saya yang sedang kebingungan ngolah data.
Lagi asik-asik ngolah data, tiba-tiba bb bunyi. Saya lihat
ternyata ada BBM dari si bos. Yang isinya, baris pertama dia manggil nama saya,
baris kedua ping, baris ketiga ping. Waaaah ada apa nih. Urgent kayaknya
Buru-buru saya bales bbmnya. ado apo?
Gak lama si bos bales. pak
manajer minta laporan keuangannya sore ini bisa gak?
Lalu saya bales BBMnya. Insya
Allah. Semoga Allah menghendaki
Lalu si bos bales lagi. Gk
slesai gw cium luu.
Dalam pikiran saya: @#$&^%$^#^&^%(&%$#@???...
Colokan kosong pleaseeeeeeeeee!!!!!!!!!!
Cheers.
Di tempat saya menimba ilmu disertai beberapa insiden dengan para manusia kepo.
Selasa, 16 Juli 2013
Entah kenapa kita jadi SELALU ngebahas itu...
Tau apa yang selalu dibicarakan wanita ketika mereka berkumpul? Jawabannya bisa apa saja. Tapi ada satu bahasan yang hampir selalu saya dan teman-teman saya obrolin ketika lagi ngumpul. Awalnya saya tidak pernah sadar, sampai ada teman saya yang lain berkomentar mengenai hal itu.
Jadi apa yang saya dan teman-teman bicarakan?
Jawabannya sangat konyol. Yang kita bicarakan adalah 'cowo'. hahaha. Tapi jangan salah sangka. Kita bukan ABG lhoo. Jadi yang kita bahas bukan kakak kelas cool berambut keren yang jago main basket. Jelas topik yang kita bahas jauh lebih 'mature'. Walaupun memang usia kita masih sekitar 17an (Nyilang jari).
Cowo yang kita bicarakan pastinya pacar-pacar kita sendiri (plus selingkuhan kalo ada). Every time we get together in all kind of situation, our boyfriend is at the top of our mind to be talking about. Dan Kalopun itu bukan tentang pacar-pacar kita, pasti bahasannya gak akan pernah jauh-jauh melenceng dari cowo, which is, We talk about our dream husband. Yes. our dream husband. Saya jadi bertanya-tanya sendiri, apa obrolan macam gini wajar buat saya dan teman teman saya??
Hemmmmm... intinya sih, Emang pada ngebet pingin dikawin aja kayaknya.. (tepok jidat)
Di setiap pertemuan selalu ada babak baru dari cerita cinta masing-masing kita.. oh ya, sampai lupa. Kita itu siapa ya? kita itu terdiri dari saya dan tiga teman saya. Jadi bayangkan di setiap kita lagi bareng, lagi makan siang, lagi di kostan, atau lagi apapun itu, selalu ada 4 cerita bersambung yang penuh warna dan lika liku (eits)
Dan dari cerita bersambung itulah lahir sebuah kalimat yang cukup membuat saya merenung. Merenung, karena tidak menyangka kata-kata sedalam itu bisa terlontar dari mulut saya dan mulut teman saya. Jadi ceritanya, sekitar lebih dari dua bulan yang lalu, di sabtu siang yang sangat malas, karena tidak menemukan kerjaan yang bisa dikerjakan dan makanan yang bisa dimakan. saya dan teman saya berinisiatif untuk mengunjungi mall terdekat dari kostan.
Maka dari itu dengan sigapnya saya dan teman saya segera bersih-bersih, ganti baju, dan cus menuju halte busway. Ini yang paling asik dari busway di hari sabtu siang, sepi dan ga ngantri. Beda banget sama jam-jam pulang kantor. Di dalem busway saya dan teman saya hanya membicarakan tentang menu makan siang, cuaca yang mendung, nyerempet sedikit ke kerjaan, intinya belum ada bahas-bahas soal cowo atau sejenisnya. Yah ini rekor, akhirnya pertama kalinya kita bisa menendang keluar bahasan tentang cowo dalam pikiran kita.
Lalu akhirnya sampai di shelter busway tujuan. Pas di sebrang mall. Di perjalanan menuju mall, ga ada obrolan yang penting untuk diceritain, karena memang kita ga ngobrol apa-apa. Lalu kemudian kita sampai di pintu mall dan melangkah masuk.
Seperti biasa, yang namanya cewek, kalo ke mall, walau tujuan cuman mau cari makan, pasti mampir kanan-kiri dulu. Objek utamanya sudah pasti kalo ga toko tas ya toko sepatu. Dan hasil dari mampir kanan kiri itu pun sudah pasti: saya dan teman saya berjalan keluar toko sambil ngelus dada. 'Sabar-sabar.. tunggu sampe gajian...' huhhhhh... dan ujung-ujungnya ketika gajian, sudah pasti barang yang dibelinya justru barang yang lain-lain. Rrrrrhhhh.. dan setelah barangnya kebeli baru sadar, barang itu bahkan ga ada dalam daftar belanja. Why shopping list never work for us (girl)? why???
Okelah... setelah selesai lihat sana-sini dengan ga beli apa-apa. Kita jalan ke Food court yang kebetulah baru kali itu kita makan di situ. yah.. menu makanannya banyak, mulai asian sampai europan. yak, inilah alternatif untuk menyalurkan nafsu belanja yang tidak kesampaian: makan sebanyak mungkin. Yaaa sebenernya emang kita kelaparan aja siii...
Jadi kita pun makan, saya makan satu mangkuk besar tomyam dan teman saya makan nasi hainan. Ketika makan, yang kita bicarakan hanya komentar tentang makanan masing-masing. Lalu kemudian ehhh teman saya itu bahas pacarnya. Baiklah dan pembahasan pun dimulai...
Teman saya mulai bercerita tentang hobinya dan sang pacar untuk berwisata kuliner. Sayangnya, hampir 90 % tempat makan yang teman saya sebutkan saya tidak tahu (malu deh). Jadi, yang saya bisa lakukan ketika mendengar ceritanya adalah berkata:
oh ya?
waaa
emmm
Makanan habis, cerita masih bersambung. Saya dan teman saya angkat kaki ke tempat selanjutnya, masih tempat makan atau cemal cemil lebih tepatnya. Disanalah tempat lahirnya kalimat menakjubkan yang sampai saat ini masih berputar-putar dalam pikiran saya.
Saya dan teman saya duduk di sebuah sofa empuk dengan meja bundar kecil yang di atasnya terdapat segelas youghart putih yang dikelilingi taburan cookies, cocholate chip, dan agar yang warna-warni. Waktu itu sudah jam dua lewat. Suasana siang mendung dan hampir hujan. Cerita bersambung di mulai lagi.
Kali ini ceritanya bukan seputar kuliner lagi. Teman saya mulai membahas hal-hal rumit dalam hubungannya dengan sang pacar. Masalah ideologi dan persepsi. Dia menjelaskan bagaimana ia tidak suka sang pacar dengan ideologinya. Bagaimana dua pikiran yang amat berbeda itu bisa sampai menganggu ketahanan sebuah hubungan. Bagaimana ketahanan hubungan teman saya dan pacarnya saat itu tergoncang, karena perbedaan persepsi masing-masing dalam memandang satu hal.
Bahasan semakin menarik.
Soal menyatukan dua pikiran yang berbeda. Ketika dua persepsi sudah saling bertolak belakang, akan muncul anggapan: kita berbeda dan saya tidak butuh kamu lagi. Dan di saat itu hubungan bisa berakhir.
Saya tidak butuh kamu lagi. Dari kalimat itulah muncul pemikiran-pemikiran saya dan teman saya mengenai suatu hubungan.
Beberapa orang beranggapan hubungan akan bertahan karena berlandaskan rasa sayang yang dari rasa sayang itu muncul rasa saling membutuhkan satu sama lain. So the lover will stick together no matter what happens. Tapi apa jadinya jika suatu saat lingkaran saling membutuhkan itu putus? Ya? really... women these day are so independent and strong. Some don't even need a man to afford their life. That even make some of them decide to never have one serious relationship with man. Independent women. That's one reason it's so easily for woman to walk out of some man's life if things just feel don't going on so well for her.
See? Rasa saling butuh itu sudah gak berlaku lagi untuk para perempuan modern yang mandiri. Jadi, apa inti dari menjalani suatu hubungan? di siang menjelang sore hari itu, obrolan rumit dan panjang saya dan teman saya akhirnya berujung pada satu kesimpulan.
Hubungan yang terjalin dikarenakan saling membutuhkan satu sama lain, itu sudah biasa. Yang luar biasa adalah, ketika kamu memiliki kekuatan dan kemampuan untuk hidup tanpa dirinya tapi kamu lebih memilih untuk menjalani hari dengannya, menghabiskan waktu dengannya, menjadi pacarnya, terlebih lagi pasangan hidupnya, mendengarkan semua ocehannya, berargumen dengan semua alasan-alasan bodohnya, Lucu.. Kamu lakukan semua itu karena kamu menyukainya dan kamu menikmatinya.
Cheers.
Di suatu cafe di sabtu siang yang aneh yang entah kenapa kita jadi SELALU ngebahas itu.
Thank's for the sharing girl!!
Jadi apa yang saya dan teman-teman bicarakan?
Jawabannya sangat konyol. Yang kita bicarakan adalah 'cowo'. hahaha. Tapi jangan salah sangka. Kita bukan ABG lhoo. Jadi yang kita bahas bukan kakak kelas cool berambut keren yang jago main basket. Jelas topik yang kita bahas jauh lebih 'mature'. Walaupun memang usia kita masih sekitar 17an (Nyilang jari).
Cowo yang kita bicarakan pastinya pacar-pacar kita sendiri (plus selingkuhan kalo ada). Every time we get together in all kind of situation, our boyfriend is at the top of our mind to be talking about. Dan Kalopun itu bukan tentang pacar-pacar kita, pasti bahasannya gak akan pernah jauh-jauh melenceng dari cowo, which is, We talk about our dream husband. Yes. our dream husband. Saya jadi bertanya-tanya sendiri, apa obrolan macam gini wajar buat saya dan teman teman saya??
Hemmmmm... intinya sih, Emang pada ngebet pingin dikawin aja kayaknya.. (tepok jidat)
Di setiap pertemuan selalu ada babak baru dari cerita cinta masing-masing kita.. oh ya, sampai lupa. Kita itu siapa ya? kita itu terdiri dari saya dan tiga teman saya. Jadi bayangkan di setiap kita lagi bareng, lagi makan siang, lagi di kostan, atau lagi apapun itu, selalu ada 4 cerita bersambung yang penuh warna dan lika liku (eits)
Dan dari cerita bersambung itulah lahir sebuah kalimat yang cukup membuat saya merenung. Merenung, karena tidak menyangka kata-kata sedalam itu bisa terlontar dari mulut saya dan mulut teman saya. Jadi ceritanya, sekitar lebih dari dua bulan yang lalu, di sabtu siang yang sangat malas, karena tidak menemukan kerjaan yang bisa dikerjakan dan makanan yang bisa dimakan. saya dan teman saya berinisiatif untuk mengunjungi mall terdekat dari kostan.
Maka dari itu dengan sigapnya saya dan teman saya segera bersih-bersih, ganti baju, dan cus menuju halte busway. Ini yang paling asik dari busway di hari sabtu siang, sepi dan ga ngantri. Beda banget sama jam-jam pulang kantor. Di dalem busway saya dan teman saya hanya membicarakan tentang menu makan siang, cuaca yang mendung, nyerempet sedikit ke kerjaan, intinya belum ada bahas-bahas soal cowo atau sejenisnya. Yah ini rekor, akhirnya pertama kalinya kita bisa menendang keluar bahasan tentang cowo dalam pikiran kita.
Lalu akhirnya sampai di shelter busway tujuan. Pas di sebrang mall. Di perjalanan menuju mall, ga ada obrolan yang penting untuk diceritain, karena memang kita ga ngobrol apa-apa. Lalu kemudian kita sampai di pintu mall dan melangkah masuk.
Seperti biasa, yang namanya cewek, kalo ke mall, walau tujuan cuman mau cari makan, pasti mampir kanan-kiri dulu. Objek utamanya sudah pasti kalo ga toko tas ya toko sepatu. Dan hasil dari mampir kanan kiri itu pun sudah pasti: saya dan teman saya berjalan keluar toko sambil ngelus dada. 'Sabar-sabar.. tunggu sampe gajian...' huhhhhh... dan ujung-ujungnya ketika gajian, sudah pasti barang yang dibelinya justru barang yang lain-lain. Rrrrrhhhh.. dan setelah barangnya kebeli baru sadar, barang itu bahkan ga ada dalam daftar belanja. Why shopping list never work for us (girl)? why???
Jadi kita pun makan, saya makan satu mangkuk besar tomyam dan teman saya makan nasi hainan. Ketika makan, yang kita bicarakan hanya komentar tentang makanan masing-masing. Lalu kemudian ehhh teman saya itu bahas pacarnya. Baiklah dan pembahasan pun dimulai...
Teman saya mulai bercerita tentang hobinya dan sang pacar untuk berwisata kuliner. Sayangnya, hampir 90 % tempat makan yang teman saya sebutkan saya tidak tahu (malu deh). Jadi, yang saya bisa lakukan ketika mendengar ceritanya adalah berkata:
oh ya?
waaa
emmm
Makanan habis, cerita masih bersambung. Saya dan teman saya angkat kaki ke tempat selanjutnya, masih tempat makan atau cemal cemil lebih tepatnya. Disanalah tempat lahirnya kalimat menakjubkan yang sampai saat ini masih berputar-putar dalam pikiran saya.
Saya dan teman saya duduk di sebuah sofa empuk dengan meja bundar kecil yang di atasnya terdapat segelas youghart putih yang dikelilingi taburan cookies, cocholate chip, dan agar yang warna-warni. Waktu itu sudah jam dua lewat. Suasana siang mendung dan hampir hujan. Cerita bersambung di mulai lagi.
Kali ini ceritanya bukan seputar kuliner lagi. Teman saya mulai membahas hal-hal rumit dalam hubungannya dengan sang pacar. Masalah ideologi dan persepsi. Dia menjelaskan bagaimana ia tidak suka sang pacar dengan ideologinya. Bagaimana dua pikiran yang amat berbeda itu bisa sampai menganggu ketahanan sebuah hubungan. Bagaimana ketahanan hubungan teman saya dan pacarnya saat itu tergoncang, karena perbedaan persepsi masing-masing dalam memandang satu hal.
Bahasan semakin menarik.
Soal menyatukan dua pikiran yang berbeda. Ketika dua persepsi sudah saling bertolak belakang, akan muncul anggapan: kita berbeda dan saya tidak butuh kamu lagi. Dan di saat itu hubungan bisa berakhir.
Saya tidak butuh kamu lagi. Dari kalimat itulah muncul pemikiran-pemikiran saya dan teman saya mengenai suatu hubungan.
Beberapa orang beranggapan hubungan akan bertahan karena berlandaskan rasa sayang yang dari rasa sayang itu muncul rasa saling membutuhkan satu sama lain. So the lover will stick together no matter what happens. Tapi apa jadinya jika suatu saat lingkaran saling membutuhkan itu putus? Ya? really... women these day are so independent and strong. Some don't even need a man to afford their life. That even make some of them decide to never have one serious relationship with man. Independent women. That's one reason it's so easily for woman to walk out of some man's life if things just feel don't going on so well for her.
See? Rasa saling butuh itu sudah gak berlaku lagi untuk para perempuan modern yang mandiri. Jadi, apa inti dari menjalani suatu hubungan? di siang menjelang sore hari itu, obrolan rumit dan panjang saya dan teman saya akhirnya berujung pada satu kesimpulan.
Hubungan yang terjalin dikarenakan saling membutuhkan satu sama lain, itu sudah biasa. Yang luar biasa adalah, ketika kamu memiliki kekuatan dan kemampuan untuk hidup tanpa dirinya tapi kamu lebih memilih untuk menjalani hari dengannya, menghabiskan waktu dengannya, menjadi pacarnya, terlebih lagi pasangan hidupnya, mendengarkan semua ocehannya, berargumen dengan semua alasan-alasan bodohnya, Lucu.. Kamu lakukan semua itu karena kamu menyukainya dan kamu menikmatinya.
Cheers.
Di suatu cafe di sabtu siang yang aneh yang entah kenapa kita jadi SELALU ngebahas itu.
Thank's for the sharing girl!!
Senin, 03 Juni 2013
Doa
Ya Rabb,
Engkau yang maha tau,
Engkau yang maha lihat
Tanpa aku lontarkan, tentu Engkau tau maksud dalam hatiku
Bahkan pasti engkau lebih tau
Apa mungkin maksud hati ini salah bagimu?
Apa mungkin pikiran ini masih keliru?
Atau apa mungkin baik menurutku adalah salah bagimu?
Ya Allah,
Segera tunjukkan padaku apa yang baik bagiku
Buatlah nyata bagiku perbedaan antara yang benar dan salah
Jangan biarkan diri ini terlalu lama salah sangka
Lindungilah hati kecil ini dari bisik-bisik menyesatkan
Aku hanya menunggu petunjuk dariMu
Jangan butakan aku ketika Engkau datang padaku
Dan jangan pernah Engkau pergi terlalu jauh
Tetaplah di sini Ya Rabb,
Aku selalu butuh pertolonganMu
Engkau yang maha tau,
Engkau yang maha lihat
Tanpa aku lontarkan, tentu Engkau tau maksud dalam hatiku
Bahkan pasti engkau lebih tau
Apa mungkin maksud hati ini salah bagimu?
Apa mungkin pikiran ini masih keliru?
Atau apa mungkin baik menurutku adalah salah bagimu?
Ya Allah,
Segera tunjukkan padaku apa yang baik bagiku
Buatlah nyata bagiku perbedaan antara yang benar dan salah
Jangan biarkan diri ini terlalu lama salah sangka
Lindungilah hati kecil ini dari bisik-bisik menyesatkan
Aku hanya menunggu petunjuk dariMu
Jangan butakan aku ketika Engkau datang padaku
Dan jangan pernah Engkau pergi terlalu jauh
Tetaplah di sini Ya Rabb,
Aku selalu butuh pertolonganMu
Senin, 27 Mei 2013
Diamlah! Tunggu dan Dengar
Diamlah!
Mendiamkan diri saat banyak sekali kata yang ingin diucapkan.
Mendiamkan diri saat banyak sekali yang mesti dikoreksi, saat berbeda pendapat, saat merasa benar.
Sulit? ya pasti sulit
Tapi diam itu emas
Walau banyak yang salah mengartikan
Diam itu artinya tidak tahu, tidak mengerti, atau tidak tertarik
Padahal ketika diam adalah saat
untuk...
Tunggu,
Menunggu hingga benar selesai apa yang ingin disampaikan
Menunggu hinga benar jelas duduk perkara suatu persoalan
Menunggu sembari menyusun kata-kata yang akan dilontarkan,
terlebih lagi saat menunggu kita bisa
Dengar
Dengarlah kata perkata yang terucap
Dengarlah dengan itu kita telah membuka hati kita
Dengarlah dengan itu kita telah menyimak
Dengarlah dengan itu kita mengerti dan memahami
Dengarlah dengan itu kita terhidar dari salah paham
Karna itu, jangan buang waktu, tenaga, dan pikiran dengan berbicara tanpa henti
Karna itu, hanya kata-kata yang berkualitaslah yang memiliki kekuatan untuk mempengaruhi
Karna itu, lebih banyak mereka yang terjebak justru pada kuantitas kata-kata namun semuanya tanpa makna
Karna itu, mulailah dari sekarang untuk
Diam, Tunggu, dan Dengar
AI
Mendiamkan diri saat banyak sekali kata yang ingin diucapkan.
Mendiamkan diri saat banyak sekali yang mesti dikoreksi, saat berbeda pendapat, saat merasa benar.
Sulit? ya pasti sulit
Tapi diam itu emas
Walau banyak yang salah mengartikan
Diam itu artinya tidak tahu, tidak mengerti, atau tidak tertarik
Padahal ketika diam adalah saat
untuk...
Tunggu,
Menunggu hingga benar selesai apa yang ingin disampaikan
Menunggu hinga benar jelas duduk perkara suatu persoalan
Menunggu sembari menyusun kata-kata yang akan dilontarkan,
terlebih lagi saat menunggu kita bisa
Dengar
Dengarlah kata perkata yang terucap
Dengarlah dengan itu kita telah membuka hati kita
Dengarlah dengan itu kita telah menyimak
Dengarlah dengan itu kita mengerti dan memahami
Dengarlah dengan itu kita terhidar dari salah paham
Karna itu, jangan buang waktu, tenaga, dan pikiran dengan berbicara tanpa henti
Karna itu, hanya kata-kata yang berkualitaslah yang memiliki kekuatan untuk mempengaruhi
Karna itu, lebih banyak mereka yang terjebak justru pada kuantitas kata-kata namun semuanya tanpa makna
Karna itu, mulailah dari sekarang untuk
Diam, Tunggu, dan Dengar
AI
Kamis, 24 Januari 2013
Bout my Dad,
My Dad,
I have a thousand words to describe him
an endless story to build
believe it, I don't get a long with my dad too once,
for being so arrogant, so angry, so bossy, so protective
and to be so much lecture me
so I have to listen to the same advise again and again
and believe it too, well that advises who making me now
but he is too so funny, innocent, and pure
sometimes making some jokes that I don't understand
but I do trying my best to catch up the story and laugh at it at the end
well, my dad
with his all wise words which sometimes feel so cliche to me
and lately I realize, those words planted in my brain,
naturally building my own perception
naturally I began to think like him
and my dad, the one who will always see me the same way
from the day that I was born
to him I'm still that fragile his little girl
my Dad, with all his worry bout me
which sometimes didn't seem so important to me
but it is really successfully protect me from harm
his pray, his hope, his rule, his advise
it's everything I need to keep my life in circle
to keep me think twice before I act
to keep me alert in any situation
but I never give enough time to thank to him
I just believe that he would understand
yap, and he is always understanding
I thank God I was raised in the arms of a man like him
a man who has a charming heart
a man who can lead the family
a man who know how to take the responsibillity
a man who will be the first who stand for me
a man who will take the very front line to protect me
a man who will take all the risks for his little grils
a man who I feel very thankful to be raised by
dad, I thankful I have you
and
dad,
thank you very much.
-Your little girl-
I have a thousand words to describe him
an endless story to build
believe it, I don't get a long with my dad too once,
for being so arrogant, so angry, so bossy, so protective
and to be so much lecture me
so I have to listen to the same advise again and again
and believe it too, well that advises who making me now
but he is too so funny, innocent, and pure
sometimes making some jokes that I don't understand
but I do trying my best to catch up the story and laugh at it at the end
well, my dad
with his all wise words which sometimes feel so cliche to me
and lately I realize, those words planted in my brain,
naturally building my own perception
naturally I began to think like him
and my dad, the one who will always see me the same way
from the day that I was born
to him I'm still that fragile his little girl
my Dad, with all his worry bout me
which sometimes didn't seem so important to me
but it is really successfully protect me from harm
his pray, his hope, his rule, his advise
it's everything I need to keep my life in circle
to keep me think twice before I act
to keep me alert in any situation
but I never give enough time to thank to him
I just believe that he would understand
yap, and he is always understanding
I thank God I was raised in the arms of a man like him
a man who has a charming heart
a man who can lead the family
a man who know how to take the responsibillity
a man who will be the first who stand for me
a man who will take the very front line to protect me
a man who will take all the risks for his little grils
a man who I feel very thankful to be raised by
dad, I thankful I have you
and
dad,
thank you very much.
-Your little girl-
Kamis, 06 Desember 2012
The last three superman
The ninth superman, is the learner. He is quite new to this job -just like me-. still fresh and green. but has really big will in learning. his achievement is impressive, -in my opinion-. has a nice personality, I do learn a lot from him. He is a good friend for sharing.
the tenth superman, is the halfway superman. he is the newest member of the club. Less speak and look calm. has a very funny expression on his face, which is -no expression-
the eleventh superman is the stupid one. yap, he is stupid. and people likes him because his pure blood of stupidity. he is the real clown of the team whose make everybody laugh till death (off course this is just hyperbole, but he is real funny).
one similarity of the eleven superman is they are all funny people. I am blessed to get to know them. and so here goes the story....
the tenth superman, is the halfway superman. he is the newest member of the club. Less speak and look calm. has a very funny expression on his face, which is -no expression-
the eleventh superman is the stupid one. yap, he is stupid. and people likes him because his pure blood of stupidity. he is the real clown of the team whose make everybody laugh till death (off course this is just hyperbole, but he is real funny).
one similarity of the eleven superman is they are all funny people. I am blessed to get to know them. and so here goes the story....
Rabu, 05 Desember 2012
11 Superman
It doesn't really matter now, if the sky full with black cloud. It has became a common view since it has been rainy day from last week. ya, this town had finally gave up on the heat of long sunny day. Now, the window blurred by rain drop And grey has become the aura of this week of December.
This is my December, one last month in year that has never been 'my year'. what a 2012, when a lot of things happen to me, my life. And start from this year, my life has never been the same anymore. this is the year when I actually had a taste to be a grown up young woman. however, some part of me denied that I am now 22. I still feel like I'm just getting to 17 and wanted to stay there, like forever?
No matter what, I can never be 17 anymore.
What I do for life for now, is pretty simple. Just trying to stick around and catch up the rhythm of these some banking stuff and got paid by doing nothing except studying and studying. And for that studying those stuff, I have to be sent away, far away from home, to the very east of Java. So, I am here now, in the city where the heat is unreasonably high, where the sky is freaking blue, and rain season only happen in December.
No matter what, I already decided that I like this city.
This city is quite big. Maybe the third big City in the country. Doesn't has many nature scenery, but has some more shopping mall than other city. I got nothing more to tell about this city, since I rarely going out too far from my beloved temporary house. So what I can tell is just some short environment where I live.
I have been spending my every night in a room no. 208 in 2nd floor of one simple house. Off course the room number is not represent how much room that the house belong. Actually there are just 8 room in the 2nd floor. instead of me and my roommate, there some other girls who live in the house too. There are 8 girls who rent the room just like I. we're all stay at 2nd floor, while the 1st floor is just for the Ma'm and her family whose own this house.
To be honest, I like the house and the people who live there too.
It is not like my life is just perfect. No it's not. I'm trying to make it that way by thinking that way.
It is true, that this is my last month of 2012, and also my last month in this city. The time is really run so fast, though I am not running. I stay still where I stand now. I'm just standing. Going no where. Then when its getting close to an end, I caught my self surprised, it has already 5 month since the first time I touched down the land of Surabaya.
I spend most of my time in this small cubicle at the 4th floor of a building which i called office. Off course this office is also just for temporary. So what I do now is just the same like what I do yesterday. And also will be the same for what I do tomorrow. Heh, what a boring life isn't it? well that's life. we do a lot of same things day by day, got bored by it, but still have to do it. The work is not interesting thing to tell about. But my friends at work is quite unique thing, so I can build a story about it.
For 22 years, I had been met and known with a lot of people with so many different character. Each of them is very unique and particular. Like people which I get to know in relatively this short time, my office-mates. most of them are men, age 23-mid 40. have a nice physically appearance, good sense of humor, and good capability of doing their work as a account officer.
I once told that account officer is equal super man (for bankers perspective only). So, I just gonna call them the 'super man'.
So, there are 11 super man I know in my life.
The first one, let's call him Guru. this one is the smartest superman of all the 11. I can tell by the first time I shake hand with him, this one has a humble personality, warm, and so pure heart. My first impression is quite right. But the fact uncover lately bout the guru is really worth laughing for. I'll tell bout that too. but before i have to go to..
The second superman, let's call him luckman. This one, well he's the clown of the team. usually the type who 'live up the party'. Not really smart, but he is very lucky. And cause of that x factor, he is one of three superman who have the higher grade than other. Even higher grade than guru.
The third superman is a fisherman. Well, he is not really fisherman. But he do love fishing. This superman has good capability of building relationship. very nice and funny person.
The fourth superman is the silent killer. from the 11 superman, he is the most silent and serious. It's a bit hard to get close to him cause that personality. He is more often silent than speak, but once he speak, his words will kill you in a sudden. that's why i named him silent killer.
The fifth superman is the old player. the old player is the oldest superman from the 11. He's the most religious. A bit bossy, bothering other looks like his favorite thing, but he is the most trusted man by big boss.
the sixth superman is a child man. an adult who loves naruto, blade, animation. he is 28-something man but his act a bit childish. He likes hanging out and gathering with friends.
the seventh superman is the prayer. maybe, he is the most discipline prayer. When time to pray come, he will come out from his cubicle then with a loud voice told everybody in the room to do the pray together.
the eighth superman is the charm spreader. Honestly, he is not that charm for me. but still he looks good overall. he is pretty smart, a man who is very logic, like to talk a lot, and off course like to talk a lot to girls.
the ninth superman...
to be continued...
This is my December, one last month in year that has never been 'my year'. what a 2012, when a lot of things happen to me, my life. And start from this year, my life has never been the same anymore. this is the year when I actually had a taste to be a grown up young woman. however, some part of me denied that I am now 22. I still feel like I'm just getting to 17 and wanted to stay there, like forever?
No matter what, I can never be 17 anymore.
What I do for life for now, is pretty simple. Just trying to stick around and catch up the rhythm of these some banking stuff and got paid by doing nothing except studying and studying. And for that studying those stuff, I have to be sent away, far away from home, to the very east of Java. So, I am here now, in the city where the heat is unreasonably high, where the sky is freaking blue, and rain season only happen in December.
No matter what, I already decided that I like this city.
This city is quite big. Maybe the third big City in the country. Doesn't has many nature scenery, but has some more shopping mall than other city. I got nothing more to tell about this city, since I rarely going out too far from my beloved temporary house. So what I can tell is just some short environment where I live.
I have been spending my every night in a room no. 208 in 2nd floor of one simple house. Off course the room number is not represent how much room that the house belong. Actually there are just 8 room in the 2nd floor. instead of me and my roommate, there some other girls who live in the house too. There are 8 girls who rent the room just like I. we're all stay at 2nd floor, while the 1st floor is just for the Ma'm and her family whose own this house.
To be honest, I like the house and the people who live there too.
It is not like my life is just perfect. No it's not. I'm trying to make it that way by thinking that way.
It is true, that this is my last month of 2012, and also my last month in this city. The time is really run so fast, though I am not running. I stay still where I stand now. I'm just standing. Going no where. Then when its getting close to an end, I caught my self surprised, it has already 5 month since the first time I touched down the land of Surabaya.
I spend most of my time in this small cubicle at the 4th floor of a building which i called office. Off course this office is also just for temporary. So what I do now is just the same like what I do yesterday. And also will be the same for what I do tomorrow. Heh, what a boring life isn't it? well that's life. we do a lot of same things day by day, got bored by it, but still have to do it. The work is not interesting thing to tell about. But my friends at work is quite unique thing, so I can build a story about it.
For 22 years, I had been met and known with a lot of people with so many different character. Each of them is very unique and particular. Like people which I get to know in relatively this short time, my office-mates. most of them are men, age 23-mid 40. have a nice physically appearance, good sense of humor, and good capability of doing their work as a account officer.
I once told that account officer is equal super man (for bankers perspective only). So, I just gonna call them the 'super man'.
So, there are 11 super man I know in my life.
The first one, let's call him Guru. this one is the smartest superman of all the 11. I can tell by the first time I shake hand with him, this one has a humble personality, warm, and so pure heart. My first impression is quite right. But the fact uncover lately bout the guru is really worth laughing for. I'll tell bout that too. but before i have to go to..
The second superman, let's call him luckman. This one, well he's the clown of the team. usually the type who 'live up the party'. Not really smart, but he is very lucky. And cause of that x factor, he is one of three superman who have the higher grade than other. Even higher grade than guru.
The third superman is a fisherman. Well, he is not really fisherman. But he do love fishing. This superman has good capability of building relationship. very nice and funny person.
The fourth superman is the silent killer. from the 11 superman, he is the most silent and serious. It's a bit hard to get close to him cause that personality. He is more often silent than speak, but once he speak, his words will kill you in a sudden. that's why i named him silent killer.
The fifth superman is the old player. the old player is the oldest superman from the 11. He's the most religious. A bit bossy, bothering other looks like his favorite thing, but he is the most trusted man by big boss.
the sixth superman is a child man. an adult who loves naruto, blade, animation. he is 28-something man but his act a bit childish. He likes hanging out and gathering with friends.
the seventh superman is the prayer. maybe, he is the most discipline prayer. When time to pray come, he will come out from his cubicle then with a loud voice told everybody in the room to do the pray together.
the eighth superman is the charm spreader. Honestly, he is not that charm for me. but still he looks good overall. he is pretty smart, a man who is very logic, like to talk a lot, and off course like to talk a lot to girls.
the ninth superman...
to be continued...
Senin, 26 November 2012
Bicara Tentang Mimpi
Berbincang lagi dengannya, pasti itu adalah tentang mimpi. mimpi-mimpi yang selalu ditinggal-tinggal. tau apa rasanya waku perbincangan ini terjadi lagi antara aku dan dia? mimpi itu terasa dekat. dekat sekali. dia adalah teman, satu dari yang lain yang buatku percaya aku bisa melompat menyentuh mimpi. satu dari teman yang membuat aku tenggelam lagi di negri khayalan. khayalan yang semula tampak semu. tapi ketika berbincang dengannya, mendadak semua tampak nyata, dan begitu -dekat-.
mungkin karena pikiran kita berada dalam satu frekuensi yang sama. talk bout dream with him feel like lock which finally found its matching key. Dia berpikir seperti caraku berpikir. terlebih lagi, dia mendengarkan setiap kalimat, kata, bahkan huruf yang terlontar dariku.
aku ingin bergegas lagi, mengumpulkan tenagaku, menyalakan api kecil. aku ingin mengejar mimpi itu. hay mimpi, tunggu aku! I'll catch you. Insya Allah.
A.I
mungkin karena pikiran kita berada dalam satu frekuensi yang sama. talk bout dream with him feel like lock which finally found its matching key. Dia berpikir seperti caraku berpikir. terlebih lagi, dia mendengarkan setiap kalimat, kata, bahkan huruf yang terlontar dariku.
aku ingin bergegas lagi, mengumpulkan tenagaku, menyalakan api kecil. aku ingin mengejar mimpi itu. hay mimpi, tunggu aku! I'll catch you. Insya Allah.
A.I
Kamis, 22 November 2012
Hujan yang lembut
Saat seperti ini datang
Saat terangnya matahari digantikan awan kelabu
dan hujan yang lembut pun turun
teduh
teduh sekali
Hujan yang sunyi dan lembut
Yang senantiasa mengantarkan siapa saja terbang melayang menuju negri impian
Terlelap dalam keletihan hari yang begitu panjang
Rangkulan angin dingin
Dan suara gemericik air
Hanya itu...
Melodi hujan yang lembut
Seuntaian irama penenang
Hati yang gundah
dan hujan yang lembut pun turun
teduh
teduh sekali
Hujan yang sunyi dan lembut
Yang senantiasa mengantarkan siapa saja terbang melayang menuju negri impian
Terlelap dalam keletihan hari yang begitu panjang
Rangkulan angin dingin
Dan suara gemericik air
Hanya itu...
Melodi hujan yang lembut
Seuntaian irama penenang
Hati yang gundah
Little things, Girls vision
Your hand fits in mine
Like it's made just for me
But bear this in mind
It was meant to be
Can you joining up the dots
With the freckles on my cheeks?
will it all make sense to you?
You know I've never loved
The crinkles by my eyes when I smile
I've never loved
My stomach or my thighs
The dimples in my back at the bottom of my spine
But will you love them endlessly?
I can't go to bed,
Without a cup of tea,
And maybe that's the reason
That I talk, in my sleep
And all these conversations
will you keep that as a secret?
Though it makes no sense to you
you know I've never loved the sound of my voice on tape
I never want to know how much I weigh
I still have to squeeze into my jeans
and,
am I perfect to you?
Ah,
....
When everyone hurt you, Allah will take care of you
When everyone don't want to listen, Allah still there waiting for your story
When nobody's around you, Allah linger in your heart make sure you stay warm
When no one understand you, Allah is the only one know how to raise your faith
When no one stand for you, Allah give you a chance to make everything right and stand for yourself
When it feels like no one comeback, Allah send some other new to your life
When you think you lost, Allah would have found you
Allah give and take some in life, to keep it in a balance.
Be sincere, be khusnudzon, there are no bad plan if Allah whose planning it.
Thank you Allah.
:)
A.I
When everyone don't want to listen, Allah still there waiting for your story
When nobody's around you, Allah linger in your heart make sure you stay warm
When no one understand you, Allah is the only one know how to raise your faith
When no one stand for you, Allah give you a chance to make everything right and stand for yourself
When it feels like no one comeback, Allah send some other new to your life
When you think you lost, Allah would have found you
Allah give and take some in life, to keep it in a balance.
Be sincere, be khusnudzon, there are no bad plan if Allah whose planning it.
Thank you Allah.
:)
A.I
Kamis, 01 November 2012
You Don't Walk In anymore
I should have kept the door close
now I opened it and
he went out
and you came in
you stay long enough to create a warm and comfort
my heart is so warm and comfort when you are there
you ask me to lock you in
but I don't
so the door is still open
so you can walk out just as you please
and you really walk out
reaching for another door
I try to make it ok
believe that you are just common visitor
like the other
but why does my heart feel so empty
it's empty now
and you don't walk in anymore
so now feel like I lost all
no one walk in anymore
now I opened it and
and you came in
you stay long enough to create a warm and comfort
my heart is so warm and comfort when you are there
you ask me to lock you in
but I don't
so the door is still open
so you can walk out just as you please
and you really walk out
reaching for another door
I try to make it ok
believe that you are just common visitor
like the other
but why does my heart feel so empty
it's empty now
and you don't walk in anymore
so now feel like I lost all
no one walk in anymore
Kamis, 27 September 2012
coming home, Skylar Grey
i'm coming home
i'm coming home
tell the world i'm coming home
i know my kingdom await
and they forgive my mistake
i'm coming home
i'm coming home
tell the world i'm coming
...
i'm coming home
tell the world i'm coming home
i know my kingdom await
and they forgive my mistake
i'm coming home
i'm coming home
tell the world i'm coming
...
Senin, 24 September 2012
AMARAH
Panah itu telah dilontarkan dari busurnya
Satu lagi panah melesat memburu target lingkaran
Seiring dengan itu terompet dibunyikan
Kendang digemakan
Bersautan dengan nyanyian menakutkan
Dan teriakan hati yang marah
Deklarasikan dengan lantang:
Ini adalah perang.
Lihat pemanah kotor itu
Dan orang - orang yang berdiri di pihaknya
Bunuh mereka.
Kenapa kawan? kenapa?
Kenapa bunuh?
Apa semurah itu harga nyawa manusia?
Apa seremeh itu batas kesabaran kita?
Apa sedangkal itu makna keadilan?
Kamu bilang bunuh.
Seakan ini jalan buntu
Kenapa bunuh? kenapa?
Apa itu karena cara yang paling cepat?
Begitu?
Bunuh. habis perkara
Padahal sebenarnya,
Kamu membiarkan mereka menang kawan
Lihat target panah mereka, lihat.
Itu adalah kita yang ada dalam lingkaran target
Itu adalah tangan kita yang bersimpah darah orang lain
Bukan sekedar penghinaan
Bukan itu. mereka bukan sekedar ingin menghina
Target panah mereka adalah
Amarah
Menjadikan kita pembunuh
Jangan gigit kail itu kawan, jangan
Atau kita akan tersangkut seperti ikan yang terjerat
Jika itu terjadi,
Mereka menang.
Satu lagi panah melesat memburu target lingkaran
Seiring dengan itu terompet dibunyikan
Kendang digemakan
Bersautan dengan nyanyian menakutkan
Dan teriakan hati yang marah
Deklarasikan dengan lantang:
Ini adalah perang.
Lihat pemanah kotor itu
Dan orang - orang yang berdiri di pihaknya
Bunuh mereka.
Kenapa kawan? kenapa?
Kenapa bunuh?
Apa semurah itu harga nyawa manusia?
Apa seremeh itu batas kesabaran kita?
Apa sedangkal itu makna keadilan?
Kamu bilang bunuh.
Seakan ini jalan buntu
Kenapa bunuh? kenapa?
Apa itu karena cara yang paling cepat?
Begitu?
Bunuh. habis perkara
Padahal sebenarnya,
Kamu membiarkan mereka menang kawan
Lihat target panah mereka, lihat.
Itu adalah kita yang ada dalam lingkaran target
Itu adalah tangan kita yang bersimpah darah orang lain
Bukan sekedar penghinaan
Bukan itu. mereka bukan sekedar ingin menghina
Target panah mereka adalah
Amarah
Menjadikan kita pembunuh
Jangan gigit kail itu kawan, jangan
Atau kita akan tersangkut seperti ikan yang terjerat
Jika itu terjadi,
Mereka menang.
Sabtu, 04 Agustus 2012
Lingkaran ku
Apa aku akan terlihat gila bila aku tertawa keras tanpa sebab?
mereka tidak tahu, itu hanya ekspresi kebebasan
mereka tidak mengerti bahwa aku tidak gila
selalu ada aturan
ada garis batas di sekelilingku
mereka suruh aku berbuat sesuatu
sementara aku tidak diperbolehkan melangkah kemana-mana
tahu apa yang ada di dalam kepalaku?
aku ingin melangkah keluar dari lingkaran ini suatu hari,
melarikan diri,
pikirkan lagi
bagaimana cara menghapus garis batas itu
atau mungkin merubahnya menjadi sedikit lebih longgar
aku tidak mau menjadi penunggu
maka jangan tunggu aku merubah sesuatu
selagi aku terkurung dalam garis batas ini
jika suatu hari aku tidak di sini
jangan cari aku.
mereka tidak tahu, itu hanya ekspresi kebebasan
mereka tidak mengerti bahwa aku tidak gila
selalu ada aturan
ada garis batas di sekelilingku
mereka suruh aku berbuat sesuatu
sementara aku tidak diperbolehkan melangkah kemana-mana
tahu apa yang ada di dalam kepalaku?
aku ingin melangkah keluar dari lingkaran ini suatu hari,
melarikan diri,
pikirkan lagi
bagaimana cara menghapus garis batas itu
atau mungkin merubahnya menjadi sedikit lebih longgar
aku tidak mau menjadi penunggu
maka jangan tunggu aku merubah sesuatu
selagi aku terkurung dalam garis batas ini
jika suatu hari aku tidak di sini
jangan cari aku.
Rabu, 01 Agustus 2012
SEUTUHNYA
Aku ingin berbagi sesuatu denganmu, anggaplah ini hadiah
hadiah yang mungkin tidak terlalu berharga
tapi tolong ambilah sesuatu yang ku bagi denganmu ini
simpan di manapun yang kamu mau
tapi aku harap kamu akan menaruhnya di tempat yang terdekat denganmu
tempat yang paling dekat
aku ingin berbagi hanya denganmu
karena memang tidak ada yang lain
anggaplah ini sebuah hadiah
walau tidak ku simpan dalam kotak berpita lucu
ini hadiahku untukmu
bisakah kamu lihat?
bisa kamu lihat sesuatu yang ku bagi denganmu ini?
oh ya aku lupa, kamu tentunya tidak bisa lihat
aku sudah tidak punya apa-apa untuk dibagi denganmu
aku lupa
aku sudah berikan seutuhnya hati ku padamu.
hadiah yang mungkin tidak terlalu berharga
simpan di manapun yang kamu mau
tapi aku harap kamu akan menaruhnya di tempat yang terdekat denganmu
tempat yang paling dekat
aku ingin berbagi hanya denganmu
karena memang tidak ada yang lain
anggaplah ini sebuah hadiah
walau tidak ku simpan dalam kotak berpita lucu
ini hadiahku untukmu
bisakah kamu lihat?
bisa kamu lihat sesuatu yang ku bagi denganmu ini?
oh ya aku lupa, kamu tentunya tidak bisa lihat
aku sudah tidak punya apa-apa untuk dibagi denganmu
aku lupa
aku sudah berikan seutuhnya hati ku padamu.
Langganan:
Postingan (Atom)
